PORTAL JURNAL KPM UNJ | ISSN. 2502-5643

Meneliti Membangun Bangsa

Senin, 06 Maret 2017

SINTESIS DAN KARAKTERISASI KERTAS BERBAHAN DASAR SELULOSA KULIT DURIAN (Durio zibethinus)

Penulis

Tia Widiastuti, Afrizal, Zulmanelis

Abstrak

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi selulosa dari kulit durian sebagai bahan dasar pembuatan kertas serta mengetahui karakteristik dari kertas yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan memberikan variasi konsentrasi pelarut pada proses delignifikasi dan bleaching. Proses delignifikasi dilakukan dengan dua metode, yaitu metode soda dan asetosolv. Pada metode sodadiberikan variasi konsentrasi NaOH 2,5%, 3% dan 5% sedangkan pada metode asetosolv diberikan variasi konsentrasi asam asetat 60%, 70% dan 80%. Adapun pada proses bleaching diberikan variasi konsentrasi H 2 O 2 3%, 5% dan 7%. Karakterisasi yang dilakukan meliputi penentuan derajat polimerisasi selulosa kulit durian serta nilai gramatur, kuat tarik dan elongasi kertas. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kondisi terbaik dalam pembuatan pulp kertas adalah dengan menggunakan metode soda. Hasil selulosa paling optimum didapatkan pada penggunaan NaOH 3% dan dengan penggunaan H 2 O 2 5%. Hasil uji karakteristik selulosa menunjukkan bahwa selulosa yang diisolasi dari kulit durian memiliki derajat polimerisasi sebesar 98. Selulosa kulit durian tersebut kemudian digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kertas. Berdasarkan hasil uji karakteristik kertas kulit durian, diperoleh nilai gramatur kertas sebesar 100 gr/m 2 , nilai kuat tarik kertas sebesar 2,943 N dan elongasi kertas sebesar 0,4%.
Kata kunci : Selulosa, Delignifikasi, Bleaching, Kertas

ABSTRACT
This study aims to determine the potential of cellulose from durian skin as the manufacture of paper and know the characteristics of the resulting paper. The method used is an experimental method to provide variations in the concentration of solvent in the process of delignification and bleaching. Delignification process is done by two methods, namely soda and asetosolv. In the Soda method given variation NaOH concentration of 2.5%, 3% and 5%, while the Asetosolv method given variation acetic acid concentration of 60%, 70% and 80%. The bleaching process given the variations in the concentration of H2O2 3%, 5% and 7%. The characterization was conducted on the determination of the degree of polymerization of the cellulose skin durian and value grammage, tensile strength and elongation of paper. Based on the research results, obtained the best conditions in the manufacture of paper pulp is using Soda method. The results obtained on cellulose optimum use of NaOH 3% and 5% with the use of H2O2. The test results showed that the characteristics of cellulose isolated from the skin of durian has a degree of polymerization of 98. Cellulose durian skin is then used as a raw material in the manufacture of paper. Based on the test results of the characteristics of durian skin paper, the value of paper grammage of 100 g / m2, paper tensile strength value of 2.943 N and elongation of paper by 0.4%.
Key Words : Cellulose, delignification, Bleaching, Paper

EFEK PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN (TELUR AYAM) TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH PRODUKSI TELUR AYAM

Penulis

Sofhyan Ajie

Abstrak

ABSTRAK
Saat ini kebutuhan akan telur semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan penurunan produksi telur ayam yang mengakibatkan harga telur semakin meningkat sehingga masyarakat menjadi terbebani dengan harga telur yang meningkat. Peningkatan harga pakan dapat diatasi salah satunya dengan cara mencari alternatif lain sebagai pakan ayam yang dapat meningkatkan produksi telur ayam. Cara alternatif yang dicoba adalah dengan menambah pakan ayam (Pur Ayam) dengan nutrisi lain yaitu telur ayam yang hampir memenuhi kebutuhan nutrisi ayam petelur dan mengganti pakan ayam dengan campuran beras dengan telur ayam, melakukan pengamatan terhadap kecocokan serta produktifitas ayam petelur. Sesuai dengan prinsip, semakin rendah nilai konversi ransum berarti efisiensi penggunaan ransum semakin tinggi dan sebaliknya semakin tinggi nilai konversi ransum berarti ransum yang dibutuhkan untuk meningkatkan bobot badan persatuan berat menjadi semakin tinggi Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam yang diberi pakan Pur Ayam atau beras yang dicampur dengan telur ayam menghasilkan telur lebih banyak dibandingkan dengan ayam yang diberi makan pur ayam atau beras saja.
Kata kunci : Ayam Petelur, Telur Ayam, Pur Ayam, Produktifitas

ABSTRACT
Currently the demand for eggs is increasing in line with increasing public welfare and decreased production of eggs resulting in the price of eggs increased so that people become overburdened with the price of eggs increased. Increased feed prices can be overcome one way to look for other alternatives as chicken feed that can increase the production of chicken eggs. An alternative way is attempted is to add chicken feed (Ret Chicken) with other nutrients that eggs are nearly meet the nutritional needs of laying hens and replace feed chicken with rice mixture to chicken eggs, make observations on the suitability and productivity of laying hens. In accordance with the principle, the lower value means that the efficiency of feed conversion ration higher and conversely the higher value means the feed conversion ration needed to increase the weight of body weight into the higher unity. The results showed that the chickens were fed Pur chicken or rice mixed with chicken eggs laid more eggs than the chickens fed pur chicken or rice only.
Key Words : Laying Chicken, Chicken Eggs, Chicken Pur, Productivity.

SERANGGA AIR SEBAGAI INDIKATOR BIOLOGIS CEMARAN AIR DI SUNGAI CIKANIKI, DESA CITALAHAB, TN. GUNUNG HALIMUN SALAK, JAWA BARAT

Penulis

Rani Wulan Suci

Abstrak

ABSTRAK
Serangga air adalah kelompok organisme serangga yang sebagian atau seluruh hidupnya berada pada perairan. Beberapa spesies serangga sangat rentan dan sensitif terhadap pencemaran lingkungan, sedangkan yang lainnya dapat hidup dan berkembang biak pada kondisi perairan yang tercemar (Popoola and Otalekor, 2011). Sehingga dengan kondisi ini serangga air dapat dijadikan sebagai indikator untuk menguji kualitas air. Oleh karena itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas air sungai Cikaniki. Menggunakan metode BMWP (Biological Monitoring Working Party) dalam analisis kualitas air dan teknik 2 teknik pengambilan, yaitu hand grabing sampling dan kick sampling diperoleh bahwa sungai aliran sungai Cikaniki, Desa Citalahab, Tn. Gunung Halimun Salak, Jawa Barat tergolong moderate (cukup tercemar secara organik) karena nilai BMWP-nya adalah 46. Serangga yang ditemukan meliputi family Sericostomatidae, Perlidae, Tipulidae, Gerridae, Cordulegasteridae, Ephemerellidae. Kondisi sungai yang tergolong cukup tercemar ini mungkin disebabkan oleh letaknya yang bersisian dengan kegiatan pertanian dan hutan.
Kata kunci : BMWP, Indikator Biologis, Serangga Air

ABSTRACT
Aquatic insects are group of organisms insects that part or all of his life was on the waters. Some insect species are very vulnerable and sensitive to environmental pollution, while others can live and breed in polluted water conditions (Popoola and Otalekor, 2011). So with this condition aquatic insects can be used as an indicator to test the water quality. Therefore, this study aimed to determine the water quality of the river Cikaniki. Using the BMWP (Biological Monitoring Working Party)method in water quality and engineering 2 capture techniques, namely hand grabing kick sampling and sampling showed that the river streams Cikaniki, Citalahab Village, Tn. Halimun-Salak, West Java relatively moderate (organically polluted enough) because its BMWP value is 46. Insects found include family Sericostomatidae, Perlidae,Tipulidae , Gerridae, Cordulegasteridae, Ephemerellidae. The condition of the fairly polluted rivers is probably caused by lying side by side with agriculture activities and forest.
Key Words : Aquatic Insect, Biological Indicators, BMWP

ANALISIS PEMBANGKIT LISTRIK SEDERHANA BERBASIS THERMOELECTRIC COOLER DENGAN MEDIA BATU ANDESIT

Penulis

M. Sugeng Riyadi, Ary Akbar N, Harmawan F, Anwar Setiadi

Abstrak

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan dan arus yang dihasilkan pada TEC SP 14848 dengan menggunakan batu andesit sebagai mebia penyimpan panas. Metode yang digunakan yaitu eksperimen laboratorium dengan cara mengukur arus dan tegangan menggunakan ukuran dan ketebalan batu andesit yang berbeda. Hasil yang didapat bahwa thermoelectric dapat menghasilkan tegangan maksimal pada pengujian sebesar 1,8 volt dengan luas penampang batu andesit 20 cm x 20 cm pada skala laboratorium menggunakan 4 TEC yang terhubung seri. Dalam pengujian 2 dengan menggunakan ukuran 10 cm x 10 cm namun dengan perbandingan ketebalan batu yang berbeda, yaitu 1 cm dan 0,5 cm. Pada ketebalan 1 cm, Tegangan yang dihasilkan TEC 1,15 V dan ketebalan 0,5 cm Tegangan yang dihasilkan 1,4 V. Dalam pengembangannya daya yang dihasilkan dapat ditingkatkan dengan menambahkan modul thermoelectric dan buck boost converter sebagai penstabil daya output yang dihasilkan thermoelectric.
Kata kunci : Batu Andesit, Pembangkit Listrik Sederhana, Thermoelectric.

ABSTRACT
This study aims to determine the voltage and current generated at TEC SP 14 848 using mebia andesite as heat storage. The method used is a laboratory experiment by measuring current and voltage using the size and thickness of different andesite. The results that the thermoelectric can produce a maximum voltage of 1.8 volts on testing with andesite cross-sectional area of 20 cm x 20 cm on a laboratory scale using a 4 TEC connected in series. In a second test using a size of 10 cm x 10 cm, but the ratio of the thickness of different stones, ie 1 cm and 0.5 cm. At a thickness of 1 cm, voltage produced TEC 1.15 V and 0.5 cm thickness of the resulting voltage of 1.4 V. In the development of power generated can be improved by adding a thermoelectric module and a buck boost converter as a stabilizer thermoelectric power generated output.
Key Words : Andesite, Simple Power Plants, Thermoelectric

ANALISIS MENTAL MODEL SISWA MENGGUNAKAN OPEN ENDED DRAWING PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

Penulis

Fiud Khodriah

Abstrak

ABSTRAK
Kimia merupakan disiplin ilmu yang tersusun dari banyak konsep dan topik yang bersifat abstrak. Hal ini menjadikan siswa kesulitan menghubungkan antara ilmu kimia yang abstrak dengan fenomena kimia yang konkret dan riil. Selama proses pembelajaran, siswa akan mendapatkan mental model dari pemahaman, imajinasi dan persepsi awal siswa. Penguatan konsep kimia juga memerlukan kemampuan siswa untuk menerjemahkan konsep dalam ketiga level representasi. Diagnosis pemahaman menggunakan Open-Ended Drawing diperlukan untuk mengetahui pemahaman siswa dalam materi larutan elektrolit. Materi ini merupakan materi dasar dalam konsep larutan dalam kimia. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menganalisis mental model siswa dalam materi larutan elektrolit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Open-Ended Drawing dan Wawancara semi terstruktur pada sampel responden di SMAN 10 BEKASI kelas X MIA 2. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa tema yang muncul pada tiap level makroskopis, level simbolis, dan level mikroskopis.
Kata kunci : Open Ended Drawing, Mental Model, Larutan Elektrolit.

ABSTRACT
Chemistry is a discipline that is composed of many of the concepts and topics that are abstract. It makes the students trouble linking chemistry chemical abstract with the concrete phenomena and real. During the learning process, students will get the mental models of understanding, imagination and initial perceptions of students. Chemistry concept also requires a strengthening students' ability to translate the concept of the three levels of representation. Diagnosis understanding of the use of the Open-Ended Drawing required to determine student understanding in the material electrolyte solution. This material is the basic material in solution concepts in chemistry. The study was conducted aiming to analyze the students' mental models in the material electrolyte solution. The method used is descriptive qualitative approach. Data was collected using an instrument Open-Ended Drawing and semi- structured interviews on the sample of respondents in SMAN 10 BEKASI class X MIA 2. The results showed there were several themes that emerged at each macroscopic level, the symbolic level, and a microscopic level.
Key Words : Open Ended Drawing, Mental Model, Electrolyte Solutions.

KAJIAN PRAGMATIK WUJUD KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA JURUSAN KIMIA TAHUN 2012 KEPADA DOSEN MELALUI MEDIA SHORT MESSAGE SERVICE

Penulis

Asri Yati dan Peni Suprapti

Abstrak

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data tentang kesantunan berbahasa pada mahasiswa jurusan kimia angkatan 2012 kepada dosen. Data yang diambil berupa short message service (SMS). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah kesantunan berbahasa yang dianalisis dari SMS dengan kajian pragmatik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah simak catat dan tinjauan pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, kesantunan berbahasa mahasiswa jurusan kimia kepada dosen terdapat 36 maksim kebijaksanaan, 21 maksim kedermawanan, 28 maksim kesepakatan, 4 maksim pujian, dan 7 maksim simpati. Namun, terdapat 2 pernyataan yang tidak santun. Percakapan antara mahasiswa jurusan kimia 2012 dan dosen tergolong sangat santun dengan presentase penyimpangan maksim 2,08% karena mahasiswa mematuhi maksim-maksim kesantunan. Pada data penelitian ditemukan mahasiswa masih menggunakan penyingkatan kata, penggunaan kata yang tidak baku, penggunaan simbol perasaan yang seolah kurang santun jika dikirimkan kepada dosen.
Kata kunci : Kesantunan Berbahasa, Short Message Service, Pragmatic

ABSTRACT
This study aimed to describe the data on linguistic politeness in chemistry majors 2012 to the lecturer. The data were taken in the form of short message service (SMS). The method used is descriptive qualitative. The object of this study is analyzed politeness of SMS with pragmatic study. Data collection techniques used are see note and review of the literature. Based on the research results, politeness chemistry student to lecturer is 36 maxims of wisdom, generosity maxim 21, 28 maxims agreement, four maxims praise, and 7 maxims sympathy. However, there are two statements that are not polite. The conversation between the student and lecturer chemistry in 2012 as very polite with the percentage deviation maxim is 2.08% for the students comply with maxims of politeness. In the study found students still use the cutting words, the use of non-standard words, the use of symbols feeling less polite as if sent to the lecturer.
Key Words : linguistic politeness, short message service, pragmatic

EFEKTIVITAS PROGRAM KESETARAAN KELOMPOK BELAJAR PAKET C DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT 11 MANGGARAI TAHUN 2015

Penulis

Zahrina Firdausya

Abstrak

ABSTRAK
Pemerintah telah mencanangkan wajib belajar 12 tahun sebagai bekal pendidikan masyarakat dimasa depan melalui pendidikan formal namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang terkendala merasakan pendidikan formal Program kesetaraan paket c setara SMA adalah salah satu solusi, PKBM 11 manggarai adalah salah satu lembaga yang menyelenggarakan program kesetaraan paket c, apakah program kesetaraan paket c di PKBM 11 manggarai sudah efektif? Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas program kesetaraan paket c dilihat dari input, proses dan output yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wawancara,Observasi langsung dan Dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian ini dilihat dari input yang ada di program kesetaraan seperti pengurus PKBM, tenaga pendidik, sarana prasarana dan mitra kerjasama sudah cukup baik, namun pada saat proses pelaksanaan masih kurang dan terjadi beberapa kendala sehingga output yang ingin dicapai kurang memuaskan. Sehingga diperlukan beberapa peningkatan untuk mencapai efektivitas yang lebih maksimal.
Kata kunci : efektivitas, program kesetaraan, kejar paket C, PKBM

ABSTRACT
The government has launched a 12-year compulsory as the provision of public education in the future through formal education but in reality there are still many people who are constrained to feel formal education program equality package c equivalent SMA is one of the solutions, the public learning activity center 11 Manggarai is one institution that organizes equality package c, whether the equality program been effective? The aim of this study was to determine the effectiveness of the equality program package c viewed from the input, process and output. The method used in this study is a qualitative research method, sampling techniques in this study using purposive sampling technique. Data collection techniques used in this study were interviews, direct observation and documentation of data analysis techniques used in this study is qualitative analysis with interactive model. Results of this study of the existing input in the program as administrator PKBM equality, educators, infrastructure and cooperation partners has been pretty good, but during the process of implementation are still lacking and there are some constraints so that the output to be achieved less than satisfactory. So, we need some improvement in order to achieve maximum effectiveness.
Key Words : effectiveness, equivalency education implementation, program package c, the public learning activity center

Informasi

Kompetisi dan LKTI

View more

Event

View more

Jurnal Pendidikan

View more

Jurnal Teknik

View more

Jurnal MIPA

View more

Jurnal Bahasa dan Sastra

View more