Senin, 06 Maret 2017

PRODUKSI DAN KARAKTERISASI ANTIBODI ANTI FIM-C Salmonella Typhi PADA MENCIT DDY

Penulis

Umar Hasan

Abstrak

ABSTRAK
Tifus merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia. Sampai saat ini vaksin tifus masih terus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi dan mengkarakterisasi antibodi anti Fim-C S. typhi secara in vivo sebagai kandidat vaksin pada mencit galur ddY. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen. Antigen yang digunakan adalah Protein rekombinan Fim-C S. typhi dalam bentuk murni hasil penelitian sebelumnya. Mencit ddY sebagai hewan coba dikelompokkan menjadi 4, yaitu: Kelompok uji I (protein Fim-C+Freund’s Complete/incomplete Adjuvant), Kelompok uji 2 (protein Fim-C S. typhi), kelompok kontrol sakit 1 (FCA/FIA adjuvant), kelompok kontrol sakit 2 (PBS1x). Hasil penelitian dengan metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) menunjukkan adanya respon antibodi yang diproduksi oleh mencit ddY setelah injeksi subkutan dengan protein Fim-C+adjuvant maupun tanpa adjuvant. Respon antibodi dengan antigen Fim-C+adjuvant memberikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan antigen Fim-C tanpa adjuvant. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kenaikan titer antibodi dari penyuntikan ke-1 hingga penyuntikan ke-4. Pada hasil penelitian dengan metode Western Blot menunjukkan terjadinya interaksi antigen spesifik Fim-C terhadap Antibodi anti Fim-C. Dari kedua metode tersebut, data ini mengkonfirmasi bahwa Protein Fim-C S. typhi memiliki imunogenisitas yang tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa protein Fim-C S. typhi dapat dijadikan sebagai kandidat vaksin rekombinan yang potensial untuk melawan penyakit tifus.
Kata kunci : Salmonella typhi, Penyakit tifus, Protein Fim-C, Antibodi, Vaksin Rekombinan.

ABSTRACT
Typhus is a disease that affect many people in developing countries including Indonesia. Until now typhoid vaccine is still being developed. This research is doing to produce and characterize anti fim-C antibodies of Salmonella typhi in vivo as a vaccine candidate strain ddY mice. The method used in the research is experimental method. The antigen used is a fim-C recombinant protein in its pure form the results of previous research. The ddY mice as experimental animals were grouped into four, namely: experiment group 1 (Fim-C protein+Freund's Complete/Incomplete Adjuvant), experiment group 2 (Fim-C protein S. typhi), ill control group 1 (FCA/FIA adjuvants), ill control group 2 (PBS1x). The results with ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) method showed that the antibody response produced by ddY mice after subcutaneous injection of the protein Fim-C+adjuvant or without adjuvant. Antibody responses with Fim-C Antigen+adjuvant gives a higher value than the Fim-C antigen without adjuvant. This is evidenced by the increase in antibody titer from the first injection until the fourth injection. The results with western blot method showed an interaction between antigen spesific Fim-C and antibodi anti Fim-C. These data confirm that fim-C protein S. typhi has a high immunogenicity of both methods. It can be concluded that the Fim-C protein S. typhi can be used as a potential recombinant vaccine candidate against typhoid fever.
Key Words : Salmonella typhi, Typhus Disease, Fim-C Protein, Antibody, Recombinant vacci

Teks Penuh

KPM UNJ

Author & Editor

Jurnal dan artikel ilmiah Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta yang bisa diakses secara gratis untuk mahasiswa dan umum.

0 komentar:

Posting Komentar