Minggu, 26 November 2017

ANALISIS PESEBARAN AIR LINDI DAN KAREKTERISASI BAWAH PERMUKAAN AREA ALIH FUNGSI LAHAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SUKOLILO - SURABAYA SEBAGAI PERTIMBANGAN PEMBANGUNAN

Penulis

Lestari, PR., Harjo, TAB, Gazali, I, Bahri, AS

Abstrak

ABSTRAK
Sejak tahun 2001, tempat pembuangan akhir (TPA) Sukolilo di bagian timur Surabaya, telah mengalami proses alih fungsi/rehabilitasi secara bertahap. Daerah tahap 1 yaitu TPA A telah beralih fungsi menjadi daerah pemukiman. Daerah tahap 2 yaitu TPA B saat ini berupa terminal angkutan umum, balai kelurahan serta Taman Kota Tematik (sakura) yang beberapa areanya masih berupa lahan kosong. Daerah tahap 3 yaitu TPA C saat ini berupa lahan terbuka dan beberapa areanya masih digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Perubahan fungsi lahan TPA Sukolilo saat ini telah mempengaruhi karakteristik bawah permukaannya yang berpengaruh pada persebaran air lindi, sehingga perlu dikaji karakteristik bawah permukaannya. Air Lindi yang merupakan polutan cair hasil pembusukan sampah dapat diketahui penyebarannya melalui lapisan akuifer didaerah alih fungsi TPA. Telah dilakukan penelitian geofisika dengan metoda geolistrik VES dan geolistrik tahanan jenis (Res-2D) menggunakan konfigurasi Schlumberger, untuk menggambarkan litologi bawah permukaan terkini dan informasi pola penyebaran lindi yang didasarkan pada karakteristik kelistrikan bumi di bawah permukaan dari daerah tahap 1, tahap 2, dan tahap 3. Korelasi kedua metode tersebut mempresentasikan kondisi bawah permukaan lahan bekas TPA Sukolilo pasca rehabilitasi serta pola pesebaran lindi didaerah rehabilitasi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pembangunan tata ruang wilayah dan sistem pengelolaan sampah sebagai upaya manajemen lahan TPA untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan menuju indonesia emas. 
Kata kunci : Air Lindi, Litologi, Resistivitas, VES (Vertical Electric Sounding)

ABSTRACT 
Since 2001, Sukolilo landfill where located in eastern of Surabaya, has undergone over the function / rehabilitation phases. Phase 1 is the TPA A has been converted into residential areas. Phase 2 is the TPA B has been converted into terminal, village hall and the city park of Tematik (Sakura), where some areas are still a vacant land. Phasa 3 is the TPA C which is still in the form of open land and some of the area is still used as a garbage dump. Land conversion at Sukolilo Landfill has affected the subsurface characteristics that influence the spread of leachate, it is necessary to study of characterization of the subsurface. Leachate is the liquid pollutant as the result of garbage decomposition which spreading can be seen through the aquifer layer over the function of the landfill area. Geophysical studies have been conducted with VES (Vertical Electric Sounding) and resistivity (Res-2D) using Schlumberger configuration, to describe the current subsurface lithology and information dissemination patterns leachate which is based on the electrical characteristics of the Earth's subsurface of areas phase 1,phase 2, and phase 3. The correlation of both methods are represented the subsurface condition of the former landfill Sukolilo's current post-rehabilitation and the rehabilitation area leachate's disemenation pattern. The results of this study are used as consideration in the development of spatial and waste management systems as landfill management efforts to reduce the negative environmental impacts towards a better indonesia.
Keywords: Leachate, Lithology, Resistivity, VES (Vertical Electric Sounding)

Teks Penuh

KPM UNJ

Author & Editor

Jurnal dan artikel ilmiah Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta yang bisa diakses secara gratis untuk mahasiswa dan umum.

0 komentar:

Posting Komentar