Minggu, 26 November 2017

PENGARUH PENAMBAHAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) TERHADAP SIFAT FISIK DAN AKSEPTABILITAS PADA ROLADE TEMPE

Penulis

Friska Ruswandani Pratiwi, Nur Mei Alfi Fajrin, Agustiani Putri

Abstrak

ABSTRAK
Rolade menjadi salah satu upaya inovasi pengolahan daging sebagai sumber protein hewani yang tinggi. Namun, di Indonesia konsumsi protein hewani masih tergolong rendah. Hal ini diakibatkan oleh tingginya harga protein hewani, yakni 120 ribu per kg (liputan6.com, 2016). Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ini ialah memberikan alternatif pengganti daging dengan bahan dasar rolade yang tidak mahal namun kandungan gizinya tidak kalah, seperti tempe yang terbuat dari kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan jagung manis (Zea Mays Saccharata) terhadap sifat fisik dan akseptabilitas pada rolade tempe. Metode penelitian yang dilakukan ialah Studi literatur, Simple Random Sampling, dan Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai susut masak dari variasi penambahan jagung manis ialah 49,04% (perlakuan A0), 27,26%(perlakuan A1), 25,06% (perlakuan A3), 12,82% (perlakuan A5). Selanjutnya uji keempukan menunjukkan hasil 175,20 (perlakuan A0), 170,52 (perlakuan A1), 167,75 (perlakuan A3), 157,39 (perlakuan A5). Tingkat penerimaan konsumen dapat diuji menggunakan uji akseptabilitas yang dilakukan oleh 70 orang mahasiswa S1 UNJ, yaitu 28 orang dari mahasiswa S1 UNJ (KPM) dan 42 orang dari mahasiswa S1 UNJ (nonKPM) yang diambil secara acak di fakultas masing-masing. Perlakuan A3 memberikan hasil yang paling banyak diminati untuk warna, yaitu 152. Perlakuan A0 untuk aroma sebanyak 271, 290 tekstur dari perlakuan A0 mudah diterima konsumen.
Kata Kunci : Tempe, Rolade, Jagung Manis
 

ABSTRACT 
Rolade be one innovation efforts meat processing as a source of animal protein is high. However, Indonesia's animal protein consumption is still relatively low. This is caused by the high price of animal protein, which is 120 thousand per kg (liputan6.com, 2016). One alternative to overcome this problem is to provide an alternative to meat with Rolade base material that is not expensive but no less nutritional content, such as tempeh is made from soybeans. This study aimed to examine the effect of the addition of sweet corn (Zea Mays Saccharata) on the physical properties and acceptability in Rolade tempeh. The research method is the study of literature, Simple Random Sampling, and experiment with a completely randomized design. Results showed that cooking shrinkage values of addition of sweet corn variety was 49.04% (treatment A0), 27.26% (treatment A1), 25.06% (treatment A3), 12.82% (treatment A5). Further tests showed results of tenderness 175.20 (treatment A0), 170.52 (treatment A1), 167.75 (treatment A3), 157.39 (A5 treatment). The level of consumers acceptance can be tested using the acceptability test performed by 70 students S1 UNJ, i.e. 28 people from S1 students UNJ (KPM) and 42 of the students S1 UNJ (non-KPM) taken at random in each faculty. A3 treatment give the best results in great demand for color, ie 152. A0 treatment for aroma as much as 271, 290 texture of treatment A0 easily accepted by consumers.
Keywords: Tempe, Rolade, sweet corn (Zea Mays Saccharata)

Teks Penuh

KPM UNJ

Author & Editor

Jurnal dan artikel ilmiah Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta yang bisa diakses secara gratis untuk mahasiswa dan umum.

0 komentar:

Posting Komentar