Minggu, 26 November 2017

PENUNJUK ARAH CERDAS BERBASIS ATURAN FUZZY (SEBUAH IDE IMPLEMENTASI DARI PENGGUNAAN SENSOR LALU LINTAS)

Penulis

Ditdit Nugeraha Utama, Redno Novicta Sari, Risa Sekarningtyas, M. Habibullah, Anasta Wulandari, Indriyani Eta Rahastri, Darnilia Nurul Sakina, M. Miftahuddin, dan Hilda Cahyani

Abstrak

ABSTRAK
Kemacetan lalu lintas telah menjadi permasalahan klasik yang kerap dihadapi kota-kota besar. Perempatan jalan, volume lalu lintas, ketidakdisiplinan para pengendara kendaraan adalah berbagai potensi kemacetan di jalan raya. Kondisi ini merupakan permasalahan multi dimensi yang harus diselesaikan dengan cara yang luar biasa. Berbagai kajian ilmu di berbagai bidang keahlian telah urun ide untuk menyelesaikan permasalahan ini. Salah satunya adalah keberadaan sensor otomatis untuk pendeteksian jumlah kendaraan dalam kurun waktu tertentu, mengestimasi kepadatan kendaraan, dan laju kendaraan di jalan raya. Dengan menggunakan metode fuzzy (bias) yang diterapkan pada aturan fuzzy (fuzzy rules) serta terapkan melalui prinsip-prinsip konsep optimasi, ide pemanfaatan sensor otomatis tersebut direalisasikan. Metode fuzzy adalah anak cabang keilmuan informatika dan komputer, yang memungkinkan komputer dapat menalar berbagai jenis bahasa alamiah manusia. Disini, aturan fuzzy digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan kemacetan yang terjadi dan bagaimana aksi lanjutan atas kemacetan tersebut. Dengan aturan fuzzy ini, data yang diperoleh dari sensor dikirim dalam bentuk sinyal ke lampu lalu lintas dan palang definitif yang telah didesain sedemikian rupa. Kendaraan yang berada pada lajur yang mengalami kepadatan tertentu akan memperoleh dua lajur alternatif (smart direction atau arah cerdas), sementara kendaraan pada lajur yang lain akan terus bergerak berdasarkan arah yang ditunjukkan oleh lampu lalu lintas dan tindakan dari palang yang bekerja, sehingga tidak ada lajur yang mengalami penumpukan kendaraan, dan memungkinkan kemacetan akan terurai dengan sendirinya. Sistem usulan ini berjalan berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan tertentu yang dideteksi oleh sensor, artinya sistem ini berjalan secara fleksibal otomatis (automated flexibly).
Kata kunci: fuzzy, kemacetan, lalu lintas, palang, sensor

ABSTRACT
Traffic congestion had been being a classic problem that metropolitan city faces commonly. Road intersection, traffic volume, indiscipline drivers are several potential of congestion on highway. This condition is a multidimensional problem that should be resolved by an amazing way. Various science domain in various expertise domain had contributed ideas to solve this problem. One is the existence of an automatic sensor for detection the number of vehicles within a certain time, estimating density of vehicle, and vehicle velocity on highway. By using fuzzy which is applied to fuzzy rules, the idea of automatic sensor utilization is realized. Fuzzy method is informatics and computer science subsidiary, which allows computer can detect natural type various of human language. Here, fuzzy rules are used to identify possible congestion that occur and further action over congestion. By using fuzzy rules, data is obtained from sensors is sent as signal to traffic lights and definitive gate has been designed in such a way. Vehicles are in the line which in a certain density will acquire two-line alternatives (smart direction), while vehicle is on other line will be continue to move to direction that is indicated by traffic lights and action of gate working, so no line occur vehicle congested in density on one line or more. Thus, system is running in accordance with vehicle density on a certain level in a line that is detected by sensor, its mean that system is not going to running constantly if not detected vehicle density
Keywords: congestion, fuzzy, gate, traffic, sensor

Teks Penuh

KPM UNJ

Author & Editor

Jurnal dan artikel ilmiah Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta yang bisa diakses secara gratis untuk mahasiswa dan umum.

0 komentar:

Posting Komentar